Senin, 10 Januari 2011

Controversy Inn, Hotel Yang Terbuat Dari Gerbong Kereta Api Tua

Hotel yang bernama “Controversy Inn” ini terdiri dari empat gerbong kereta api yang didaur ulang menjadi sebuah bangunan yang nyaman, Tempat tidur yang mempunyai tema dan ruangan untuk sarapan adalah cara yang unik untuk mempelajari desain daur ulang pada saat yang bersamaan. terletak di Controversy Farm di Hoogwoud, Belanda, hotel eco ini terdiri dari berbagai macam barang vintage yang didaur ulang menjadi sesuatu yang baru lagi. Seperti meja yang terbuat dari papan rambu-rambu lalu lintas dan bahkan tempat tidur yang terbuat dari kapal bekas.

Masing-masing dari empat gerbong tersebut terbuat dari gerbong reklamasi yang digunakan di Jerman dan Amsterdam beberapa tahun yang lalu. Kompartemen tersebut dibagi menjadi tiga tema yang berbeda (Italia, Perancis dan Amerika Inggris) dan masing-masing memiliki tema sarapan yang berbeda-beda juga.



Bagian luar kereta tampak hampir semuanya masih utuh


Ruangan kamar tampak dari luar


Bagian dalam kamarnya


Tempat tidur yg terbuat dari kapal bekas


Ruang kemudi


Semua bagian kereta dipertahankan seperti aslinya, seperti pada pintu ganda ini


Meja makan yg terbuat dari papan rambu-rambu


Ruangan yang luas dan penuh dengan cahaya matahari yg masuk melalui jendela-jendela yg besar


Bagian halaman dari hotel


Atap hijau yang merupakan bagian dari bangunan induk


Patung yang tebuat dari pesawat tua


Bagian depan truk tua yang ikut menghiasi halaman hotel


Salah satu halaman hotel

[http://smallworkspaces.com]
Read More >>

Proses Terjadinya Tumor atau Kanker

Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.

Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.


Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal
Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru.

Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% – 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan.

Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker.

Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel.
Read More >>

Bule dan Tukang Becak (Cerita Lucu)

Ada tukang Becak bolot dan seorang Bule dari inggris.

Bule : "COME HERE,COME HERE!"

Becak : "Hah?! GAMBIR??"

Bule : " WAHT??"

Becak : "KUAT kok"

BULE : "LET'S GO!"

Becak : "Hah? CENG GO?! Becak Bapak loe CENG GO!!"

Bule :  ?
Read More >>

10 Buah Durian (Cerita Lucu)

Pada sebuah kecelakaan pesawat di pedalaman kalimantan , terdapat 3 pria yang selamat tapi mereka di tangkap oleh suku Dayak yang Kejam nan bengis. Sang kepala suku berkata pada 3 pria itu , "kalau kalian ingin selamat , maka dalam waktu 2jam kalian harus mencari 10 buah yang sejenis di dalam hutan ini"

maka setelah 2 jam , pria1 datang membawa 10 buah apel. kemudian kepala suku berkata, " sekarang kamu harus memasukan semua buah itu ke dalam lobang pantatmu , bila kamu menangis atau mengeluarkan suara apapun , kamu akan langsung saya penggal"

Maka pria1 berjuang dengan keras memasukan apel-apel tersebut. apel1 masuk , tapi pada apel ke 2 dia gak tahan dan menangis, maka ia langsung di penggal.

setelah itu pria2 datang membawa 10 kelengkeng, dan ia mendapat perintah yang sama. maka pria2 pun mulai memasukan 1kelengkeng ,2,3,dan seterusnya sampe kelengkeng ke 9 .

Ketika akan memasukan kelengkeng ke 10, pria2 tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, maka ia pun langsung di penggal.

Di surga , arwah pria1 dan pria2 bertemu.

pria1 , " kamu kan sudah berhasil memasukan 9kelengkeng,tapi kenapa kamu tiba-tiba tertawa? padahal kamu sudah hampir berhasil?"

pria2 , " gimana gua gak tertawa? pada saat gua hendak memasukan kelengkeng ke 10 , gua melihat pria3 tergopoh-gopoh membawa 10 durian!!"
Read More >>

Minggu, 09 Januari 2011

Mau tau Siapa Otak Dibalik Berdirinya Mesin Pencari Google?

HAMPIR semua pengguna internet saat ini pasti mengenal Google. Ya, kehadiran mesin pencari (search engine) itu memang membuat proses pencarian informasi menjadi lebih mudah. Berterimakasihlah kepada Marissa Ann Mayer, Vice President untuk Search Product and User Experience di Google.

Berkat visinya, saat ini Anda dapat menikmati berbagai inovasi perusahaan mesin pencari tersebut. Mayer bertindak sebagai ”penjaga pintu” untuk proses rilis produk, yang menentukan kapan atau apakah produk Google tertentu siap untuk diluncurkan kepada pengguna.

Menjelajahi Google sama seperti menjelajahi benak Mayer. Sebagai Vice President, dia turut andil menjadikan perusahaan tersebut sebagai mesin pencari nomor satu di dunia, dengan pendapatan nyaris sebesar US$22 miliar tahun lalu.


“Aku selalu menyukai kesederhanaan. Sulit untuk mengatakan di mana estetika saya berakhir dan Google dimulai,” ujarnya suatu ketika.

Di luar stereotip
Mayer bergabung dengan Google pada 1999. Dia menjadi insinyur perempuan pertama di perusahaan itu dan merupakan salah satu dari 20 karyawan pertama yang direkrut Google. Sebelum bergabung dengan Google, perempuan kelahiran 30 Mei 1975 ini pernah bekerja di laboratorium riset UBS (Ubilab) di Zurich, Swiss, dan di SRI International di Menlo Park, California.

Di Google, Mayer memimpin sebuah tim yang bertanggung jawab atas user interface dan web server. Tugasnya antara lain merancang dan mengembangkan search interface Google, menginternasionalisasikan situs tersebut ke dalam lebih dari 100 bahasa di dunia, mendefinisikan Google News, Gmail dan Orkut, serta meluncurkan lebih dari 100 fitur dan produk di Google.com. Sejumlah hak paten telah didaftarkan atas inovasinya di bidang kecerdasan buatan dan desain interface.

Hampir tidak ada produk Google yang keluar tanpa persetujuan Mayer, termasuk inovasi seperti Gmail dan Google Earth. Bahkan, CEO Google Eric Schmidt juga mengakui betapa besar peran Mayer dalam membangun kerjaan Google.

”Sangat sulit untuk melebih-lebihkan pengaruhnya. Dia membangun tim yang mendesain produk yang kita gunakan.”

Tapi jangan membayangkan Mayer sebagai perempuan berkacamata tebal yang duduk di depan komputer sepanjang malam. Sebab, dia berada jauh di luar stereotip itu. Lemari pakaiannya saja penuh dengan setelan pakaian rancangan Oscar de la Renta dan Armani.

“Ketika orang berpikir tentang ilmu komputer, mereka membayangkan orang-orang dengan kantong pelindung dan kacamata tebal yang melakukan coding sepanjang malam. Aku juga meng-coding sepanjang malam! Aku adalah stereotip, tapi aku juga melanggar stereotip,”  leluconnya.

Mayer menerima gelar sarjana dalam Sistem Simbolik (cum laude), serta gelar master dalam Ilmu Komputer dari Stanford University. Untuk kedua gelar tersebut, dia mengkhususkan diri di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence). Pada 2009, Illinois Institute of Technology menganugerahi Mayer gelar doktor honoris causa sebagai penghormatan atas usahanya dalam merintis bidang pencarian.

Di samping pekerjaan penuh waktu di Google, Mayer pernah memberi kuliah di kelas pengantar pemrograman komputer di Stanford kepada lebih dari 3.000 siswa. Standford memberikannya penghargaan Centennial Teaching Award dan Forsythe Award atas kontribusinya yang luar biasa kepada pendidikan sarjana.

Di sela-sela waktu luangnya, Mayer juga mengorganisir Google Movies–acara kumpul-kumpul yang dilakukan beberapa kali setahun untuk menyaksikan film terbaru–untuk 6000 orang karyawan ditambah keluarga dan teman.

Kisah kesuksesannya telah dipublikasikan di berbagai media massa seperti Newsweek (”10 Tech Leaders if the Future”), Red Herring (”15 Women to Watch”), Business 2.0 (”Silicon Vallet Dream Team”), BusinessWeek, Fortune, dan Fast Company.
Read More >>

Tokyo Memberlakukan Pembatasan Konten Manga


Tokyo telah melarang penjualan dan penyewaan film anime dan komik manga yang menggambarkan pemerkosaan, inses dan kejahatan seks lainnya untuk anak di bawah umur18 tahun. Sebuah RUU, diperkenalkan oleh majelis metropolitan jepang, yang mengharuskan industri manga untuk mengatur diri dengan menyesuaikan grafis komik dan film sebelum dirilis. Penerbit dan pengecer yang melanggar aturan akan didenda hingga 300.000 yen (£ 2,280).


Sekelompok penerbit, mengeluhkan RUU penyensoran ini, mereka mengancam akan memboikot March Tokyo International Anime Fair. RUU ini diusulkan oleh Gubernur Shintaro Ishihara yang beraliran konservatif yang mengatakan itu adalah "alami" undang-undang itu telah selesai.

"Ini hati nurani rakyat Jepang," katanya setelah pemungutan suara.

"Anda tidak mungkin menunjukkan hal-hal seperti kepada anak-anak Anda sendiri."

Sebuah kelompok industri yang mewakili penerbit dan pengecer menyatakan kemarahanannya beberapa peraturan dilihatnya sebagai pembatasan kebebasan berekspresi.

"Seniman manga dan anime telah secara luas menyatakan keberatan sedangkan seluruh industri penerbitan telah menunjukkan keberatan," katanya.

Komik Manga sudah sangat populer dikalangan orang dewasa dan anak-anak di Jepang. [cnn]

Apakah UU ini akan dicontoh juga oleh negara-negara konsumen komik manga jepang seperti indonesia? kita tunggu saja kabar beritanya.
Read More >>

Inilah Kronologi Konflik Korea Selatan dan Korea utara


Perang antar dua Korea pernah terjadi dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953, adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut "perang yang dimandatkan" (bahasa Inggris proxy war) antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB).

Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan.  Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.


Sekutu Korea Utara, seperti Republik Rakyat Tiongkok, menyediakan kekuatan militer, sementara Uni Soviet yang menyediakan penasihat perang dan pilot pesawat, dan juga persenjataan, untuk pasukan Tiongkok dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisional di bawah bendera PBB daripada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan kongres mengumumkan perang.

25 Juni 1950 - artileri telah diluncurkan, tank-tank dan pasukan infanteri Tentara Korea Utara mulai menyerang Korea Selatan, sebuah kawasan di selatannya berseberangan haluan secara politik, yang hanya dipisahkan garis imajiner 38˚.

4 Januari 1951 - Tentara Korea Utara yang dibantu Cina berhasil menguasai Seoul.

27 Juli 1953 - Amerika Serikat, RRC, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan saat itu, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Secara resmi, perang ini belum berakhir sampai dengan saat ini.

60 tahun kemudian.
26 Maret 2010 - kapal perang Korea Selatan Cheonan tenggelam. Korsel menaruh curiga pada Korut. Hubungan kedua negara memanas.

24 November 2010 - Korut melakukan serangan artileri ke pulau Yeonpyeong yang menjadi markas militer Korsel.

Sejak perang 1950-1953, Korea Utara dan Korea Selatan tak pernah mengalami perang terbuka dan total, hanya ada serangkaian perang terbatas. Meskipun kedua negara memiliki dukungan negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia), tetap saja tak pernah terjadi perang berskala dan intensitas besar maupun massif. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa perang kedua negara bersaudara ini adalah perang Proxy, atau perang yang tak melibatkan kekuatan utama yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Perang tahun 1950-1953 berakhir dengan tanpa kemenangan, kecuali angka korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Ketika itu, politik global masih bi-polar, Amerika Serikat dan Uni Soviet, perang masih dalam tataran perang militer, kemajuan tekonologi dan peradaban dunia tak sepesat sekarang.

Ketika beragam permasalahan bilateral kedua negara bersaudara ini makin kerap terjadi, bisa saja pihak yang merasa terdzalimi, akan melakukan perlawanan. Siapa yang menzalimi dan terdzalimi tentu subyektif bagi kedua negara. Hal sekecil apapun bisa saja menjadi pemicu perang.

Pertanyaannya, “Jika benar-benar terjadi perang terbuka yang luas, dan massif, kira-kira siapa pemenangnya? atau tetap akan berakhir dengan ketidakjelasan seperti tahun 1953?”


Korea Utara
Negara yang mengadopsi sistem politik komunis ini,  ternyata memiliki produk yang mendunia juga. Berdasar informasi dari wikipedia, dapat diperoleh informasi:

“Menurut perkiraan tahun 2002, sektor utama dalam ekonomi Korea Utara adalah industri (43,1%), diikuti oleh jasa (33,6%) dan pertanian (23,3%). Pada 2004, diperkirakan bahwa sektor pertanian menyerap 37% dari tenaga kerja, sementara industri dan jasa menyerap sisanya, 63%. Industri utama meliputi produk militer, pembuatan mesin, energi listrik, bahan kimia, pertambangan, perlogaman, sandang, pengolahan makanan dan pariwisata.

Pada 2005, menurut FAO, Korea Utara adalah produsen buah segar terbesar ke-10, dan produsen apel Korea Utara memiliki sumber daya alam yang substansial, dengan sumber daya utama meliputi besi, seng, batu bara, fluor, tembaga, garam, timbal, tungsten, grafit, magnesium, emas, pirit, fluorspar, dan listrik tenaga air. terbesar ke-19.”

Menariknya, Korea Utara juga menerima bantuan dari berbagai negara termasuk Korea Selatan. Korea Utara juga memberlakukan rumah, kesehatan, dan pendidikan diberikan secara gratis oleh negara dan pembayaran pajak telah dihapuskan sejak 1 April 1974.

Sementara dari sisi pertahanan, meskipun lemah secara ekonomi dan tertutup pada informasi global, Korea Utara memiliki militer yang baik, karena kerja sama dengan Uni Soviet (Rusia) dan Cina. Dalam situs http://www.globalfirepower.com dengan data tahun 2009, Korea Utara menempati peringkat ke-20 sementara Korea Selatan di peringkat ke-12 (Indonesia peringkat ke-14).

Dalam hubungan yang fluktuatif antara Korea Utara dan Uni Soviet (Rusia), pada 2000 telah diadakan sebuah kerjasama sebagai bentuk normalisasi hubungan antar kedua negara, yang diantara pasal-pasalnya termaktub:

“Pasal 2 dari perjanjian ini menyatakan bahwa  jika terdapat bahaya agresi dari satu atau negara yang mengancam keamanan, dan terdapat situasi dimana ada kebutuhan untuk konsultasi dan kerjasama, kedua pihak akan saling mengkontak dalam tempo secepatnya”

Tentunya yang dikhawatirkan berbagai pihak adalah kemampuan rudal nuklir Korea Utara yang memiliki daya jelajah cukup jauh




Korea Selatan
Berbicara tentang ekonomi Korea Selatan tentu tak perlu diragukan lagi. Negara ini adalah salah satu negara maju di dunia, dan negara industri besar di Asia selain Cina, dan Jepang, yang dijuluki Macan Asia. Korea Selatan memiliki ekonomi terbesar ke-12 di dunia.

Beberapa industri yang terkenal misal Hyundai, LG, Samsung, dan Daewoo. Dalam teknologi informatika dan telekomunikasi, Korea Selatan termasuk sangat maju dan pionir, seperti yang ditulis dalam wikipedia:

“Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja”

Dari sisi pertahanan, Korea Selatan “menikmati” perlindungan dari Amerika Serikat sejak tahun 1953 dalam sebuah kerja sama pertahanan. Amerika Serikat menempatkan pasukannya di 16 markas di Korea Selatan dibawah bendera, Unites States Forces Korea, dengan rincian:

AD 19,755
AL 274
AU: 8,815
Marinir: 242

Belum ditambah pasukan yang ada di Jepang dibawah Armada Ketujuh AS yang beroperasi di Samudera Pasifik.

“Armada Ketujuh (Seventh Fleet) adalah salah satu kekuatan terbesar yang hingga kini masih dipertahankan. Dari markasnya di Yokosuka, Jepang, mereka rutin berlayar menjaga kepentingan AS di wilayah perairan seluas 52 juta mil persegi.

Membentang dari barat AS sampai pantai timur Afrika, dan dari Kepulauan KurilAntartika. Kini, praktis tak ada satu pun negara yang mampu menandingi kekuatannya. Mereka memiliki 40-50 kapal perang, 350 pesawat terbang, serta 50.000 pelaut dan marinir. Dan, hampir separuh masa dalam setahun kapal-kapal itu meronda sampai .”



Kesimpulan
Korea Selatan boleh saja kuat secara ekonomi, memiliki kepastian dukungan dari Amerika Serikat. Namun, diantara semuanya, tentu yang sangat menakutkan adalah kemampuan nuklir Korea Utara, yang ditulis TempoInteraktif mampu mencapai setiap jengkal Korea Selatan.

Meskipun Amerika Serikat memiliki pasukan yang ditempatkan di korea Selatan dan Jepang, tentunya tak secepat misil berhulu ledak nuklir yang mampu menjangkau setiap kota besar Korea Selatan.

Saya tidak tahu dan tidak memiliki data apakah Amerika Serikat memiliki anti-misil yang mampu menghalau misil-misil Korea Utara, baik yang ditempatkan secara statis atau melalui kapal-kapal selam (anti-ballistic missiles) yang bisa standby setiap saat dimana saja. Jika memang benar memiliki, seberapa cepat kecepatan dan jangkauannya perlu diperhitungkan kembali.

Dalam perang dengan waktu terbatas atau singkat, mempertimbangkan faktor kejutan dan tanpa mempertimbangkan faktor teknis & non-teknis, saya yakin Korea Utara akan mampu tampil dominan dengan misil-misilnya sehingga kota-kota besar terutama kota industri Korea Selatan mampu segera dihancurkan, bahkan sebelum Korea Selatan bergerak dan menyadari bahwa telah terjadi serangan.

Namun, dalam perang dengan waktu yang tak terbatas, tak dapat diprediksikan kemenangan akan berpihak pada kubu mana. Sekalipun Amerika Serikat dan sekutunya berada dibelakang Korea Selatan, dan belum tentu Rusia maupun Cina akan berpihak pada Korea Utara. Yang pasti terjadi adalah kehancuran di kedua Korea.

Dengan melihat perkembangan ekonomi dan industri Korea Selatan yang merupakan industri tingkat global, perang justru akan menghancurkan sistem ekonomi, dan butuh waktu yang tak sedikit dalam mengembalikan kondisi seperti sediakala. Korea Utara yang belum makmur secara ekonomi tentu akan mengalami trauma dan kekalahan ekonomi yang tidak sedikit juga.

Terlepas dari berbagai isu yang melatarbelakangi konflik yang terjadi pada 24 November 2010 lalu, baik isu provokasi Korea Selatan, isu suksesi Korea Utara, kesenjangan ekonomi dua Korea, permasalahan dua negara bersaudara ini harus dikembalikan dengan mengacu pada sejarah, bahwa sumber permasalahan selain perbedaan ideologi adalah kesewenang-wenangan Barat dalam “membagi” dua Korea, tanpa melibatkan “penguasa” tanah itu sendiri, bangsa Korea, dan juga pembagian yang tidak adil yang lebih condong ke selatan dari demarkasi garis 38˚.

Dalam studi Hubungan Internasional, ada sebuah adagium dari Carl Von Clausewitz, “war is a continuation of politic by other mean”, bahwa perang merupakan kelanjutan dari politik, tetapi selagi masih ada cara yang bisa ditempuh, saya rasa akan lebih baik jika perang menjadi opsi terakhir.

Dalam bahasa Jawa ada pepetah terkenal, Menang Ora Kondang Kalah Ngisin-ngisini (Menang ga terkenal, Kalah Memalukan), Menang dadi Areng, kalah dadi Awu (Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu), artinya siapapun pemenangnya tak lebih baik dari yang kalah, tetap hancur.
Read More >>