Tampilkan postingan dengan label bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangunan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Tidak Lama Lagi Suramadu Akan Dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Angin


Jembatan Suramadu bakal dilengkapi pembangkit tenaga angin untuk penerangan jalan sepanjang 5,4 kilometer. Inilah untuk pertama kalinya ada sumber energi terbarukan jenis tenaga angin di Indonesia.


Mulai bulan depan, Asosiasi Ketenenagalistrikan Indonesia (Aklindo) akan melakukan studi yang mempelajari kecepatan angin di Jembatan Suramadu. "Jika kecepatan angin mencapai 3 meter per detik, angin bisa digunakan membangkitkan listrik tenaga angin," kata Nelson Sembiring, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Aklindo Jawa Timur pada Selasa (11/1).

Setiap lampu di Jembatan Suramadu membutuhkan daya 500 Watt. Energi sebesar 300 watt diperoleh dari angin, sementara sisanya diambil dari energi surya. Studi ini, seperti diutarakan Nelson, memakan waktu sekitar dua bulan. "April mendatang diharapkan sudah ada rencana matang untuk proyek ini," tegasnya.
Dalam waktu dekat, Aklindo juga akan studi banding ke China untuk menyeleksi peralatan pembangkit tenaga angin dan surya.

“Kami mendukung upaya pemerintah mengembangkan energi terbarukan, selain untuk memanfaatkan tingginya arus angin di kawasan Suramadu dan membantu penerangan di jembatan terpanjang dan sekitarnya,” kata Nelson.

Saat ini penerangan di Suramadu sangat minim akibat tingginya beban biaya yang harus ditanggung ke PLN untuk menerangi jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut. Akibatnya, kawasan di sekitarnya hingga Bangkalan cenderung gelap pada malam hari.

Ketua Aklindo Jatim Sutan Kasidal menambahkan kalau Aklindo menyiapkan dana tak sedikit untuk proyek ini. “Dengan asumsi anggaran setiap tiang sekitar Rp50 juta, jika jarak antartiang lampu 25 meter, maka dibutuhkan sekitar 110 tiang. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp5,5 miliar,” ungkap Sutan.

Wakil Ketua Kadin Jatim Adri Istambul Lingga Gayo menegaskan, potensi sektor industri dan lembaga lain mengembangkan energi terbarukan masih terbuka. “Ini menjadi sinergi antara lembaga dan pihak swasta dengan industri bahkan pemda,” kata Adri.
Read More >>

Kamis, 27 Januari 2011

Rumah Bung Karno di Blitar Laku Rp35 M


Blitar - Polemik tentang rumah masa kecil Presiden RI Pertama Ir Soekarno (Bung Karno) akhirnya berakhir. Pihak keluarga telah resmi menjual rumah di Jalan Sultan Agung 59 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar kepada pemerintah kota setempat. Rumah dijual dengan harga Rp35 miliar.


Demikian diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Blitar Hadi Maskun, Rabu (26/1/2011). Menurutnya, kedua belah pihak telah menemui kata sepakat. "Kita dan pihak keluarga sudah sepakat. Rumah kita beli dengan harga Rp 35 miliar," katanya.

Dana pembelian rumah akan diambilkan dari APBD 2011 melalui Kantor Arsip Pemkot Blitar. Dana lain berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Tahap pertama akan kita bayar bulan Maret 2011 ini. Namun kita masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut," katanya.

Sekadar diketahui, polemik tentang kepemilikan rumah tersebut menyeruak dalam satu tahun terakhir. Pihak keluarga merasa keberatan dengan tingginya biaya pemeliharaan rumah yang kerap didatangi oleh wisatawan tersebut. Rata-rata pengeluaran per bulan mencapai 7 sampai 8 juta rupiah.

Pihak keluarga lantas berniat menjualnya. Menyikapi niat ini, Pemkot Blitar langsung turun tangan. Pemkot tidak ingin aset berharga tersebut jatuh ke tangan pihak asing. Namun proses pembelian ternyata sangat alot. Pemkot tidak memiliki dana cukup untuk memenuhi tawaran pihak keluarga. Bahkan, ada beberapa orang dalam pihak keluarga ternyata tidak setuju rumah dijual.

Rumah yang biasa disebut Istana Gebang itu memiliki luas hampir 1,4 hektare. Terdiri dari rumah utama yang berisi perabotan kursi model kuno. Hampir semuanya masih asli. Sama seperti ketika ditempati keluarga Soekarno. Di situ juga terdapat banyak koleksi foto masa kecil Bung Karno.

source
Read More >>

Rabu, 19 Januari 2011

10 Candi Paling Mewah di Dunia

1. Tiger's Nest Monastery, Bhutan


2. Wat Rong Khun Chiang Mai, Thailand


3. candi Prambanan, Indonesia.


4. Shwedagon Paya (or Pagoda), Myanmar


5. kuil surga di Beijing, China.


6. kuil Chion-ijepang.


7. Borobudur, magelang Indonesia


8. kuil emas, Amritsar, Punjab, india


9. Sri Ranganathaswamy, india


10. Ankor Wat, kamboja


source: http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/10-candi-paling-mewah-di-dunia.html
Read More >>

Jumat, 14 Januari 2011

Inilah Lapangan Tenis Tertinggi Di Dunia

Lapangan tenis tertinggi di dunia berada di 210 meter dari dasar bumi, terletak di Burf Al Arab sebuah hotel mewah. Hotel ini sungguh mewah dan dijuluki surga dunia. Bagi yang mau mencoba menikmati hotel luxury itu bisa mengunjungi Arab di musim liburan ini. Tetapi siap-siap untuk merogoh kocek yang banyak. Asal jangan sampai jual rumah nya hanya untuk biaya liburan ke sana ya.


Dan ini adalah bangunan di mama lapangan tenis tertinggi di dunia tersebut berada. Benar-benar sebuah surga dunia.









Read More >>

Kamis, 13 Januari 2011

Hotel Anti Bencana, konstruksi terapung diatas lautan

Ancaman pemanasan global, saat ketinggian permukaan laut diperkirakan naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi, menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio. Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau darat.


Ini mungkin terdengar seperti perpaduan kisah bahtera Nabi Nuh dan cerita film fiksi ilmiah tahun 1970-an. Namun, hotel berbentuk kerang ini memang didesain tahan yang banjir akibat kenaikan ekstrim permukaan air laut. Juga terhadap gelombang. Ark Hotel dapat mengapung dan timbul secara otomatis di permukaan air.

Tak hanya itu, hotel ini juga tahan gempa, dan bisa didirikan di daerah yang berbahaya secara seismik. Arsiteknya mengklaim, desain yang terdiri dari konstruksi busur dan kabel dengan bantalan bisa mendistribusikan berat secara merata saat terjadi lindu.

Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut. Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai ‘biosfer’, surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.


Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya. Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.

Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis. Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini.


“Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia,” kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2011.Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.


“Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman,” kata dia. Remizov menambahkan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior.

Perancangnya mengklaim, Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia. “Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan,” kata Remizov.

Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.



source
Read More >>

Senin, 10 Januari 2011

Controversy Inn, Hotel Yang Terbuat Dari Gerbong Kereta Api Tua

Hotel yang bernama “Controversy Inn” ini terdiri dari empat gerbong kereta api yang didaur ulang menjadi sebuah bangunan yang nyaman, Tempat tidur yang mempunyai tema dan ruangan untuk sarapan adalah cara yang unik untuk mempelajari desain daur ulang pada saat yang bersamaan. terletak di Controversy Farm di Hoogwoud, Belanda, hotel eco ini terdiri dari berbagai macam barang vintage yang didaur ulang menjadi sesuatu yang baru lagi. Seperti meja yang terbuat dari papan rambu-rambu lalu lintas dan bahkan tempat tidur yang terbuat dari kapal bekas.

Masing-masing dari empat gerbong tersebut terbuat dari gerbong reklamasi yang digunakan di Jerman dan Amsterdam beberapa tahun yang lalu. Kompartemen tersebut dibagi menjadi tiga tema yang berbeda (Italia, Perancis dan Amerika Inggris) dan masing-masing memiliki tema sarapan yang berbeda-beda juga.



Bagian luar kereta tampak hampir semuanya masih utuh


Ruangan kamar tampak dari luar


Bagian dalam kamarnya


Tempat tidur yg terbuat dari kapal bekas


Ruang kemudi


Semua bagian kereta dipertahankan seperti aslinya, seperti pada pintu ganda ini


Meja makan yg terbuat dari papan rambu-rambu


Ruangan yang luas dan penuh dengan cahaya matahari yg masuk melalui jendela-jendela yg besar


Bagian halaman dari hotel


Atap hijau yang merupakan bagian dari bangunan induk


Patung yang tebuat dari pesawat tua


Bagian depan truk tua yang ikut menghiasi halaman hotel


Salah satu halaman hotel

[http://smallworkspaces.com]
Read More >>