Minggu, 27 Juni 2010

Bintang di Surga yang mulai redup sinarnya

Ancaman  bencana besar dari angkasa luarBintang di Surga yang mulai redup sinarnya.

SEBUAH NAMA, SERIBU CERITA

Kita mengenalnya sebagai sosok pemalu, terkesan kurang percaya diri, yang kemudian ditutupi dengan senyum. Ketika angkat bicara, suaranya tidak pernah terlalu tegas. Artikulasinya harus dicermati agar makna yang terucap jelas tertangkap. Tapi, sebagai frontman kelompok Peterpan, Nazriel Irham adalah sosok yang luar biasa. Sejak masih belum menjadi apa-apa, penampilan Ariel, begitu ia akrab disapa, selalu dinanti para penggemarnya, terutama kaum hawa. Sex appeal yang ada pada dirinya sangat kuat, meski secara fisik Ariel terlihat biasa-biasa saja.
Kini semuanya seperti menguap ke langit tua. Semua prestasi tadi menjadi tidak signifikan lagi setelah terkuaknya video syur, yang memperlihatkan sosok mirip Ariel dan mirip kekasihnya, Luna Maya. Ini masalah besar kedua yang dialami Ariel.

Pada 2005, ia juga dicari-cari pemburu berita setelah kabar kehamilan Sarah Amelia merebak. Ketika itu, Ariel mengakui semua perbuatannya, lalu menikahi Sarah. Dari pernikahan ini lahir Allea, yang kemudian berada di bawah sayap ibunya setelah pasangan itu mengumumkan perceraian mereka pada 2008.

Meski masih dalam proses awal pemeriksaan pihak berwajib, kasus ini sudah memberikan dampak buruk bagi band yang juga digawangi Uki, Lukman, Reza, dan David (personel baru Peterpan) itu. Sejumlah kota di Tanah Air mengumumkan pencekalan mereka.

Semua berhulu ke rasa ingin tahu dan kebiasaan buruk membuat dokumentasi aktivitas personal. Hobi yang terasa aman ketika hard-disk masih ada dalam genggaman. Dan berubah menjadi penyesalan terdalam ketika berada di tangan pihak-pihak yang memandang tanggung jawab sebagai sesuatu yang absurd.

Meski masih dikemas dengan keterangan "mirip si A dan mirip si B", dokumentasi itu meledak menjadi konsumsi masyarakat. Hampir saja mengalahkan kerja keras Afrika Selatan dalam menggelar Piala Dunia 2010.

Perhatian media Barat pun terbagi karena kasus ini. International Herald Tribune, The New York Times, dan CNN, misalnya, ikut melansir berita ini. Sosok Luna Maya, tokoh mirip si B tadi, termasuk yang menjadi bulan-bulanan. Ia dikaitkan dengan kiprahnya dulu, ketika mewawancarai Hillary Rodham Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, pada saat berkunjung ke Tanah Air.

Ledakannya makin dahsyat ketika satu pemeran lain muncul ke permukaan. Kemunculan "si C", yang mirip Cut Tary, menghapus teori yang menyebut dokumentasi pertama adalah kenang-kenangan hubungan penuh rasa cinta terdalam dan mimpi yang sempurna antara mereka yang mirip Ariel dan Luna Maya.

Si pria kemudian muncul sebagai sosok yang tidak sepenuhnya sehat, memiliki kebiasaan buruk. Tidak ada yang mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Pada hemat publik, ini ibarat situasi di atas normal: kaki di kepala, kepala di kaki. Apalagi ketika berembus juga kabar adanya 20-an lagi selebriti perempuan mirip si D hingga Z.

Ariel, Luna Maya, dan Cut Tary menjadi selebriti most wanted selama dua pekan terakhir. Mereka tidak lagi sebebas dahulu, harus tiarap, menghindari sorotan kamera. Sejumlah perusahaan yang menjadikan Luna Maya dan Cut Tary sebagai brand ambassador buru-buru menarik diri.

Meski Ariel mulai membuka diri kepada publik, pertanyaan besarnya tetap sama: bagaimana data video itu bisa sampai berpindah ke tangan orang yang jail? Adakah peristiwa pembobolan rumahnya (dan dua rumah lainnya) di kawasan Antapani, Bandung, enam bulan lalu, menjadi awal dari semua ini? Menurut informasi yang diperoleh Wisnu Wage Pamungkas dari Gatra lewat ketua RT setempat, sebuah telepon genggam bersama charger-nya digondol. Begitupun, tidak bisa dipastikan, siapa pemilik telepon genggam tersebut.

Popularitas setinggi bintang di surga itu harus redup karena rasa ingin mencoba khayalan tingkat tinggi. Camera on, career off.

gatra.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post